Sabtu, 25 Agustus 2012

FPI

Front Preman Indonesia atau FPI singkatnya, adalah sebuah ormas (organisasi maksiat) Indonesia yang berpusat di Jakarta. FPI mengepalai beberapa anak organisasi seperti organisasi paramiliter Laskar Preman Indonesia yang seringkali melakukan aksi-aksi pemerasan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan tanpa seijin mereka. Aksi mereka sering kali berujung kekerasan yang hanya dapat diatasi dengan pemberian uang, kembang 7 rupa, dan nenek perawan


.

Kegiatan-kegiatan FPI (Front Preman Indonesia)
Anggota-anggota FPI dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia karena mereka senang sekali melakukan kegiatan-kegiatan seperti :
  • makan telek anjing, telek kuda, telek sapi, telek kambing, telek ayam, telek babi, telek kucing, dll.
  • merusak bar, diskotik
  • memecahkan kaca jendela
  • banting meja, piring, gelas warteg-warteg yang masih buka siang2
  • membangun distrik lampu merah (yang konon banyak lampu merahnya), dan tempat-tempat maksiat lainnya.
  • konvoi tanpa aturan menggunakan sepeda motor tanpa helm supaya memperlihatkan kepala gundul mereka
  • memelihara jenggot, tak jarang mereka memakai jenggot palsu yang dibuat dari jenggot kambing asli
  • nonton sinetron
  • sodomi
  • nongkrong di gay club
  • berteriak halaah lu akbaar (kesal pada si akbar yang menolak disodomi)
  • nonton JAV
  • dugem
  • nenggak minyak babi
Habib Rese, pemimpin utama FPI, telah mengkomando anak buahnya untuk menghancurkan Monas dengan sebuah rudal asal Afganistan pada tanggal 1 Juni 1890 yang lalu karena mereka hendak membangun sebuah monumen yang lebih tinggi daripada itu. Bahkan kalau boleh, mereka ingin sekali meniru Menara Kembar Petronas milik Malingsia di tempat bekas Monas, dan hal ini pun memicu kontroversi yang berkepanjangan di kalangan umat-umat beragama di seluruh Indonesia dan akhirat. seperti diketahui sebelumnya tokoh yang sangat dikenal karena jenggotnya yang keterlaluan lebat seperti ketek simpanse ini sangat suka dengan hal-hal yang berbau kekerasan, seperti minuman keras, daging yang keras alias alot dan menggunakan pengeras suara. Isu hangat yang berkembang belakangan ini, ternyata Habib Rese adalah menantu dari seoarang jendral bintang tujuh polisi yang tak lain adalah bapakmu. dan atas pesanan jendral tersebut, ia mengerahkan anak buahnya untuk menyisir rambut dan sekaligus tempat-tempat maksiat seperti kafe, diskotik dan bar-barian tertentu. karena sebenarnya tidak semua tempat maksiat itu ia gerebek, tapi tempat maksiat yang gak mau menyediakan layanan free sex gratis buat sang habib dan yang bermusuhan dengan mertuanya, maklum ternyata mertuanya juga punya bisnis sampingan mulai dari panti pijat homo sampai warung kelontong yang menjual shabu-shabu,pil koplo dan aneka jenis obat generik lainnya

Markas FPI
Anggota-anggota FPI (Front Penis Indonesia) kurang disukai oleh masyarakat Indonesia karena mereka memiliki cara yang aneh untuk mengadakan "kegiatan", salah satunya di kolam renang dan dekat bakul jamu mbok ijah. Di samping ini adalah jepretan gambar ketika FPI mengadakan "kegiatan" mereka di daerah Petawuran, Jakarta Barat bagian timur, timur dan tenggara. FPI juga berencana membuka markas cabang dimana-mana untuk mempermudah menjalankan kegiatan-kegiatan mereka diantaranya di Dolly & Taman Lawang, Taman Kanak2 dan Posyandu setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar