Front Preman Indonesia atau FPI
singkatnya, adalah sebuah ormas (organisasi maksiat) Indonesia yang
berpusat di Jakarta. FPI mengepalai beberapa anak organisasi seperti
organisasi paramiliter Laskar Preman Indonesia yang seringkali
melakukan aksi-aksi pemerasan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan
tanpa seijin mereka. Aksi mereka sering kali berujung kekerasan yang
hanya dapat diatasi dengan pemberian uang, kembang 7 rupa, dan nenek
perawan
.
Kegiatan-kegiatan FPI (Front Preman Indonesia)
Anggota-anggota
FPI dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia karena mereka senang
sekali melakukan kegiatan-kegiatan seperti :
- makan telek anjing, telek kuda, telek sapi, telek kambing, telek ayam, telek babi, telek kucing, dll.
- merusak bar, diskotik
- memecahkan kaca jendela
- banting meja, piring, gelas warteg-warteg yang masih buka siang2
- membangun distrik lampu merah (yang konon banyak lampu merahnya), dan tempat-tempat maksiat lainnya.
- konvoi tanpa aturan menggunakan sepeda motor tanpa helm supaya memperlihatkan kepala gundul mereka
- memelihara jenggot, tak jarang mereka memakai jenggot palsu yang dibuat dari jenggot kambing asli
- nonton sinetron
- sodomi
- nongkrong di gay club
- berteriak halaah lu akbaar (kesal pada si akbar yang menolak disodomi)
- nonton JAV
- dugem
- nenggak minyak babi
Habib Rese, pemimpin utama FPI, telah mengkomando anak buahnya
untuk menghancurkan Monas dengan sebuah rudal asal Afganistan pada
tanggal 1 Juni 1890 yang lalu karena mereka hendak membangun sebuah
monumen yang lebih tinggi daripada itu. Bahkan kalau boleh, mereka
ingin sekali meniru Menara Kembar Petronas milik Malingsia di tempat
bekas Monas, dan hal ini pun memicu kontroversi yang berkepanjangan di
kalangan umat-umat beragama di seluruh Indonesia dan akhirat. seperti
diketahui sebelumnya tokoh yang sangat dikenal karena jenggotnya yang
keterlaluan lebat seperti ketek simpanse ini sangat suka dengan hal-hal
yang berbau kekerasan, seperti minuman keras, daging yang keras alias
alot dan menggunakan pengeras suara. Isu hangat yang berkembang
belakangan ini, ternyata Habib Rese adalah menantu dari seoarang
jendral bintang tujuh polisi yang tak lain adalah bapakmu. dan atas
pesanan jendral tersebut, ia mengerahkan anak buahnya untuk menyisir
rambut dan sekaligus tempat-tempat maksiat seperti kafe, diskotik dan
bar-barian tertentu. karena sebenarnya tidak semua tempat maksiat itu
ia gerebek, tapi tempat maksiat yang gak mau menyediakan layanan free
sex gratis buat sang habib dan yang bermusuhan dengan mertuanya, maklum
ternyata mertuanya juga punya bisnis sampingan mulai dari panti pijat
homo sampai warung kelontong yang menjual shabu-shabu,pil koplo dan
aneka jenis obat generik lainnya
Markas FPI
Anggota-anggota
FPI (Front Penis Indonesia) kurang disukai oleh masyarakat Indonesia
karena mereka memiliki cara yang aneh untuk mengadakan "kegiatan",
salah satunya di kolam renang dan dekat bakul jamu mbok ijah. Di
samping ini adalah jepretan gambar ketika FPI mengadakan "kegiatan"
mereka di daerah Petawuran, Jakarta Barat bagian
timur, timur dan tenggara. FPI juga berencana membuka markas cabang
dimana-mana untuk mempermudah menjalankan kegiatan-kegiatan mereka
diantaranya di Dolly & Taman Lawang, Taman Kanak2 dan Posyandu
setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar